Tanggal : 09 Maret 2017
Nama pekerjaan : Membuat desain sistem keamanan jaringan
Durasi waktu : 5 jam
Materi :
KOMPETENSI DASAR : 4. MENDESAIN SISTEM KEAMANAN JARINGAN
INDIKATOR PERTEMUAN :
1. Metode pengendalian yang digunakan dalam merancang sistem didokumentasikan
2. Pengendalian yang akan dibangun di dalam pengembangan system di identifikasi
3. Sistem operasi yang digunakan untuk mengaccess pengendalian di identifikasi
4. Kewenangan access bagi pengguna di dokumentasikan sesuai dengan
klasifikasi pengguna (untuk diimplementasikan ke dalam program dan
prosedur, guna memenuhi kebutuhan klien)
5. Persetujuan konsultan dan pejabat
MATERI-1 : KONSEP DASAR MEMBUAT SISTEM KEAMANAN JARINGAN
Pada umumnya, pengamanan dapat
dikategorikan menjadi dua jenis : pencegahan(preventif) dan
pengobatan(recovery). Usaha pencegahan dilakukan agar system informasi
tidak memiliki lubang keamanan, sementara usaha-usaha pengobatan
dilakukan apabila lubang keamanan sudah dieksploitasi. Pengamanan system
informasi dapat dilakukan melalui beberapa layer yang berbeda. Misalnya
di layer “Transport”, dapat digunakan “Secure Socket Layer (SSL)”.
Metode ini misalnya digunakan untuk Web Site. Secara fisik, system anda
dapat juga diamankan dengan menggunakan “Firewall” yang memisahkan
system anda dengan Internet. Penggunaan teknik enkripsi dapat dilakukan
di tingkat Aplikasi sehingga data-data atau e-mail anda tidak dapat
dibaca oleh orang yang tidak berhak.
Salah satu pusat perhatian dalam keamanan jaringan adalah mengendalikan
access terhadap resources jaringan. Bukan saja sekedar mengontrol siapa
saja yang boleh mengakses resources jaringan yang mana, pengontrolan
akses ini juga harus memanage bagaimana subject (user, program, file,
computer dan lainnya) berinteraksi dengan Object-2 (bias berupa sebuah
file, database, computer, dll atau lebih tepatnya Infrastruktur jaringan
kita).
MATERI-2 : PENGENDALIAN ACCESS JARINGAN
Sebagai penyedia informasi (dalam bentuk
berkas-berkas), sering diinginkan pembatasan akses. Misalnya, diinginkan
agar hanya orang-orang tertentu yang dapat mengakses berkas (informasi)
tertentu. Pada prinsipnya ini adalah masalah control akses. Pembatasan
akses dapat dilakukan dengan :
* membatasi domain atau nomor IP yang dapat mengakses ;
* menggunakan pasangan user id & password ;
* mengenkripsi data sehingga hanya dapat dibuka (dekripsi) oleh orang
yang memiliki kunci pembuka. Mekanisme untuk dikontrol akses ini
bergantung kepada program yang digunakan sebagai server.
Ada beberapa konsep dalam pembatasan akses jaringan, yakni sebagai berikut :
a. Internal Password Authentication
Password Local untuk login ke system harus merupakan password yang baik
serta dijaga dengan baik. Penggunaan aplikasi shadow password akan
sangat membantu.
b. Server Based Password Authentication
Termasuk dalam metode ini misalnya system Kerberos Server, TCP-Wrapper,
dimana setiap service yang disediakan oleh server tertentu dibatasi
dengan suatu daftar host dan user yang boleh dan tidak boleh menggunakan
service tersebut
c. Server Based Token Authentication
Metode ini menggunakan authentication system yang lebih ketat, yaitu
dengan penggunaan token / smart card, sehingga untuk akses tertentu
hanya bias dilakukan oleh login tertentu dengan menggunakan token
khusus.
d. Firewall dan Routing Control
MATERI-3 : PERANGKAT LUNAK YANG DIGUNAKAN DALAM PENGAMANAN JARINGAN
Wireshark adalah sebuah network packet analyzer yang bersifat open
source.Disebut juga dengan protocol analysis tool atau packet sniffer.
Wireshark biasa digunakan untuk mengatasi permasalahan jaringan,
analisis, pengembangan software dan protocol ,serta keperluan edukasi.
Biasa digunakan juga untuk analisis protocol jaringan yang berbeda dan
memiliki kemampuan untuk menunjukkan enkapsulasi. Wireshark bisa
berjalan di Sistem Operasi Unix, Linux, dan Windows. Wireshark memiliki
banyak karakteristik seperti tcpdump. Perbedaannya wireshark lebih bagus
pada tampilannya (GUI). Wireshark juga memudahkan pengguna untuk
melihat semua traffic yang lewat di jaringan. Dahulu wireshark bernama
Ethereal.
Kebijakan Keamanan Jaringan
Kebijakan keamanan menyediakan
kerangka-kerangka untuk membuat keputusan yang spesifik, misalnya
mekanisme apa yang akan digunakan untuk melindungi jaringan dan
bagaimana mengkonfigurasi servis-servis. Kebijakan keamanan juga
merupakan dasar untuk mengembangkan petunjuk pemrograman yang aman untuk
diikuti user maupun bagi administrator sistem. Karena kebjikan keamanan
tersebut mencakup bahasan yang sangat luas, maka pada saat ini hanya
akan dibahas inti permasalahan saja dan tidak akan membahas hal-hal yang
bersifat spesifik dari segi teknologi. Sebuah kebijakan keamanan
mencakup hal-hal berikut ini:
1.Deskripsi secara detail tentang lingkungan teknis dari situs, hukum
yang berlaku, otoritas dari kebijakan tersebut dan filosofi dasar untuk
digunakan pada saat menginterpretasikan kebijakan tersebut.
2.Analisa risiko yang mengidentifikasi aset-aset situs, ancaman yang
dihadapi oleh aset-aset tersebut dan biaya yang harus dikeluarkan untuk
kerusakan/kehilangan aset-aset tersebut.
3.Petunjuk bagi administrator sistem untuk mengelola sistem
4.Definisi bagi user tentang hal-hal yang boleh dilakukan
5.Petunjuk untuk kompromi terhadap media dan penerapan hukum yang ada,
serta memutuskan apakah akan melacak penyusup atau akan mematikan sistem
dan kemudian memulihkannya lagi.
Faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan kebijakan keamanan antara lain adalah:
◾Komitmen dari pengelola jaringan
◾Dukungan teknologi untuk menerapkan kebijakan keamanan tersebut
◾Keefektifan penyebaran kebijakan tersebut
◾Kesadaran semua user jaringan terhadap keamanan jaringan
Pihak pengelola jaringan komputer
mengatur tanggung jawab terhadap keamanan jaringan, menyediakan training
untuk personel-personel yang bertugas di bidang keamanan jaringan dan
mengalokasikan dana untuk keamanan jaringan. Yang termasuk
pilihan-pilihan teknis yang dapat digunakan untuk mendukung keamanan
jaringan komputer antara lain:
1.Authentikasi terhadap sistem
2.Audit sistem untuk akuntabilitas dan rekonstruksi
3.Enkripsi terhadap sistem untuk penyimpanan dan pengiriman data penting
4.Tool-tool jaringan, misalnya firewall dan proxy